videos
Slider
Techonlogy
Subscribe Here
Sponsor
Categories
Social Share
Recent
Business
Video
Gallery
Random post
Recent Tube
Wisata
News Scroll
Favourite
Event
Culture
Gallery
Health
Kebiasaan merokok tidak hanya mempengaruhi kesehatan secara fisik saja, tetapi juga secara kejiwaan. Khususnya pada remaja, hobi merokok membuat masa muda terasa 5 kali lebih tidak bahagia dan rentan terjerumus dalam tindak kekerasan.
Beberapa orang yang memiliki gangguan pencernaan kadang disarankan untuk membatasi minum kopi. Berikut ini gangguan pencernaan yang terkait dengan seringnya minum kopi.
Orang yang memiliki riwayat penyakit luka di usus, acid refluks serta ketidaknyamanan di perut atau lambung biasanya disarankan untuk menghindari atau membatasi minum kopi agar kondisinya tidak bertambah parah.
Kopi adalah minuman yang terdiri dari berbagai jenis bahan dan senyawa kimia termasuk lemak, karbohidrat, asam amino, asam nabati yang disebut dengan fenol, vitamin dan mineral.
Kopi diketahui merangsang lambung untuk memproduksi asam lambung sehingga menciptakan lingkungan yang lebih asam dan dapat mengiritasi lambung. Meski begitu ada 2 unsur yang bisa mempengaruhi kesehatan perut dan lapisan lambung yaitu kafein dan asam chlorogenic.
Studi yang diterbitkan dalam Gastroenterology menemukan bahwa berbagai faktor seperti keasaman, kafein atau kandungan mineral lain dalam kopi bisa memicu tingginya asam lambung. Sehingga tidak ada komponen tunggal yang harus bertanggung jawab.
Berikut ini ada 2 jenis gangguan pencernaan yang lebih rentan dialami atau terkait dengan sering minum kopi, seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (6/10/2011) yaitu:
1. Gastritis
Gangguan pencernaan yang rentan dimiliki oleh orang yang sering minum kopi adalah gastritis (peradangan pada lapisan lambung) dengan gejala nyeri ulu hati, mual, nyeri perut serta mundah berdarah.
Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang bisa melemahkan lapisan lambung sehingga asam lambung bisa lebih mudah mengiritasi. Orang yang sering minum kopi akan menjadi lebih rentan terinfeksi bakteri H.pylori yang dengan sendirinya menyebabkan kerusakan jangka panjang pada lapisan lambung.
2. Tukak lambung (luka yang muncul di lapisan lambung)
Kopi memang tidak secara langsung menyebabkan luka, tapi kopi yang diminum bisa memperburuk luka yang ada atau memperlambat proses penyembuhannya karena lingkungan yang lebih asam, sehingga nantinya akan merusak membran mukosa usus secara menyeluruh.
Orang yang memiliki riwayat penyakit luka di usus, acid refluks serta ketidaknyamanan di perut atau lambung biasanya disarankan untuk menghindari atau membatasi minum kopi agar kondisinya tidak bertambah parah.
Kopi adalah minuman yang terdiri dari berbagai jenis bahan dan senyawa kimia termasuk lemak, karbohidrat, asam amino, asam nabati yang disebut dengan fenol, vitamin dan mineral.
Kopi diketahui merangsang lambung untuk memproduksi asam lambung sehingga menciptakan lingkungan yang lebih asam dan dapat mengiritasi lambung. Meski begitu ada 2 unsur yang bisa mempengaruhi kesehatan perut dan lapisan lambung yaitu kafein dan asam chlorogenic.
Studi yang diterbitkan dalam Gastroenterology menemukan bahwa berbagai faktor seperti keasaman, kafein atau kandungan mineral lain dalam kopi bisa memicu tingginya asam lambung. Sehingga tidak ada komponen tunggal yang harus bertanggung jawab.
Berikut ini ada 2 jenis gangguan pencernaan yang lebih rentan dialami atau terkait dengan sering minum kopi, seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (6/10/2011) yaitu:
1. Gastritis
Gangguan pencernaan yang rentan dimiliki oleh orang yang sering minum kopi adalah gastritis (peradangan pada lapisan lambung) dengan gejala nyeri ulu hati, mual, nyeri perut serta mundah berdarah.
Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang bisa melemahkan lapisan lambung sehingga asam lambung bisa lebih mudah mengiritasi. Orang yang sering minum kopi akan menjadi lebih rentan terinfeksi bakteri H.pylori yang dengan sendirinya menyebabkan kerusakan jangka panjang pada lapisan lambung.
2. Tukak lambung (luka yang muncul di lapisan lambung)
Kopi memang tidak secara langsung menyebabkan luka, tapi kopi yang diminum bisa memperburuk luka yang ada atau memperlambat proses penyembuhannya karena lingkungan yang lebih asam, sehingga nantinya akan merusak membran mukosa usus secara menyeluruh.
Benarkah AC Bikin Orang Mudah Pilek?
By: Zans on 17.34 / comment : 0 Health
Saat berada di ruangan yang dingin dan ber-AC biasanya seseorang sering terkena pilek. Lalu benarkah kabar bahwa AC bisa membuat seseorang lebih mudah terkena pilek?
Beberapa orang percaya bahwa penurunan temperatur yang terjadi secara tiba-tiba bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga membuat orang lebih mudah terkena penyakit seperti pilek.
"Pilek dan penyakit pernapasan lainnya memang selalu dihubungkan dengan udara dingin. Tapi udara dingin bukanlah penyebabnya, melainkan virus," ujar Dr Ujwala Kaza, seorang ahli alergi imunologi dari New York University Langone Medical Center, seperti dikutip dari NYTimes, Kamis (28/7/2011).
Meski begitu peneliti dari Cardiff University di Wales mengatakan kemungkinan ada kontribusi dari AC terhadap infeksi saluran pernapasan. Hal ini karena AC mengekstrak kelembaban dari udara yang bisa mengeringkan lendir pelindung yang melapisi hidung, sehingga memberikan kesempatan bagi virus atau bakteri untuk berkembang biak di hidung.
Selain itu AC yang tidak dibersihkan secara teratur juga bisa menjadi penyebab, karena AC akan menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme seperti bakteri, virus atau jamur yang nantinya dapat dilepaskan ke udara.
Studi yang dilakukan tahun 2004 terhadap 920 perempuan dewasa menemukan bahwa orang yang bekerja di kantor dengan AC sentral memiliki tingkat lebih tinggi untuk tidak masuk kerja karena sakit dan kunjungan ke dokter THT (telinga hidung tenggorokan) yang lebih sering.
Sedangkan studi tahun 1998 yang dilakukan terhadap 800 pekerja kantoran juga menemukan gejala penyakit lebih banyak muncul pada pekerja yang memiliki kantor ber-AC dibanding dengan pekerja di kantor berventilasi alami.
Sedangkan gejala pilek yang muncul seperti hidung berlendir dan mata berair adalah salah satu respons tubuh terhadap udara dingin. Respons ini berguna untuk membantu mencegah keringnya lapisan mulut dan hidung.
Untuk mencegah penyakit akibat udara dingin, usahakan membersihkan AC secara teratur, tetap mengonsumsi air putih yang cukup meski tidak terasa haus agar tubuh tidak dehidrasi dan mencegah kekeringan serta sesekali keluarlah dari ruangan yang dingin untuk beberapa saat.detik.com
Beberapa orang percaya bahwa penurunan temperatur yang terjadi secara tiba-tiba bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga membuat orang lebih mudah terkena penyakit seperti pilek.
"Pilek dan penyakit pernapasan lainnya memang selalu dihubungkan dengan udara dingin. Tapi udara dingin bukanlah penyebabnya, melainkan virus," ujar Dr Ujwala Kaza, seorang ahli alergi imunologi dari New York University Langone Medical Center, seperti dikutip dari NYTimes, Kamis (28/7/2011).
Meski begitu peneliti dari Cardiff University di Wales mengatakan kemungkinan ada kontribusi dari AC terhadap infeksi saluran pernapasan. Hal ini karena AC mengekstrak kelembaban dari udara yang bisa mengeringkan lendir pelindung yang melapisi hidung, sehingga memberikan kesempatan bagi virus atau bakteri untuk berkembang biak di hidung.
Selain itu AC yang tidak dibersihkan secara teratur juga bisa menjadi penyebab, karena AC akan menjadi tempat berkumpulnya mikroorganisme seperti bakteri, virus atau jamur yang nantinya dapat dilepaskan ke udara.
Studi yang dilakukan tahun 2004 terhadap 920 perempuan dewasa menemukan bahwa orang yang bekerja di kantor dengan AC sentral memiliki tingkat lebih tinggi untuk tidak masuk kerja karena sakit dan kunjungan ke dokter THT (telinga hidung tenggorokan) yang lebih sering.
Sedangkan studi tahun 1998 yang dilakukan terhadap 800 pekerja kantoran juga menemukan gejala penyakit lebih banyak muncul pada pekerja yang memiliki kantor ber-AC dibanding dengan pekerja di kantor berventilasi alami.
Sedangkan gejala pilek yang muncul seperti hidung berlendir dan mata berair adalah salah satu respons tubuh terhadap udara dingin. Respons ini berguna untuk membantu mencegah keringnya lapisan mulut dan hidung.
Untuk mencegah penyakit akibat udara dingin, usahakan membersihkan AC secara teratur, tetap mengonsumsi air putih yang cukup meski tidak terasa haus agar tubuh tidak dehidrasi dan mencegah kekeringan serta sesekali keluarlah dari ruangan yang dingin untuk beberapa saat.detik.com
Baru 23 Persen Orang Indonesia yang Cuci Tangan Pakai Sabun
By: Zans on 20.48 / comment : 0 Health
Jakarta, Mesti merupakan langkah sederhana, ternyata baru 23 persen orang Indonesia yang mempraktikkan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Padahal, dampak dari CTPS sangat besar terutama menurunkan angka kematian bayi dan balita.
Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan. Sayangnya, belum banyak orang yang sadar pentingnya menerapkan gaya hidup bersih sehat ini.
"Cuci tangan pakai sabun itu cara pencegahan penyakit yang sederhana. Kenapa itu penting? Pertama, CTPS itu relatif sederhana, karena tidak memerlukan alat canggih atau vaksin, cukup air mengalir dan sabun. Kedua, dampaknya sangat besar terutama untuk mencegah infeksi saluran cerna dan saluran napas, yang paling sering terjaid pada bayi dan balita," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemkes, pada acara jumpa pers di Gedung Kemkes, Jakarta, Jumat (7/10/2011).
Menurut data Kajian Diare Ditjen PP&PL, secara umum terjadi peningkatan perilaku CTPS dari 11 persen (tahun 2007) menjadi 23 persen (tahun 2010). Artinya, masih ada 77 persen orang Indonesia yang belum menerapkan CTPS.
Padahal, cara sederhana ini dapat melindungi kesehatan seluruh keluarga. Prof Tjandra menjelaskan, cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan kasus diare hingga 47 persen, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan flu burung hingga 50 persen, serta direkomendasikan untuk pencegahan flu H1N1.
Kapan harus cuci tangan pakai sabun?
Prof Tjandra mengingatkan agar masyarakat selalu mencuci tangan pakai sabun saat:
"Kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan dan dibina agar menjadi sebuah budaya yaitu, budaya bersih," tutup Prof Tjandra. detik.com
Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan. Sayangnya, belum banyak orang yang sadar pentingnya menerapkan gaya hidup bersih sehat ini.
"Cuci tangan pakai sabun itu cara pencegahan penyakit yang sederhana. Kenapa itu penting? Pertama, CTPS itu relatif sederhana, karena tidak memerlukan alat canggih atau vaksin, cukup air mengalir dan sabun. Kedua, dampaknya sangat besar terutama untuk mencegah infeksi saluran cerna dan saluran napas, yang paling sering terjaid pada bayi dan balita," tutur Prof dr Tjandra Yoga Aditama, MPH, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemkes, pada acara jumpa pers di Gedung Kemkes, Jakarta, Jumat (7/10/2011).
Menurut data Kajian Diare Ditjen PP&PL, secara umum terjadi peningkatan perilaku CTPS dari 11 persen (tahun 2007) menjadi 23 persen (tahun 2010). Artinya, masih ada 77 persen orang Indonesia yang belum menerapkan CTPS.
Padahal, cara sederhana ini dapat melindungi kesehatan seluruh keluarga. Prof Tjandra menjelaskan, cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan kasus diare hingga 47 persen, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan flu burung hingga 50 persen, serta direkomendasikan untuk pencegahan flu H1N1.
Kapan harus cuci tangan pakai sabun?
Prof Tjandra mengingatkan agar masyarakat selalu mencuci tangan pakai sabun saat:
- Sebelum makan
- Sebelum menyusui
- Sebelum menyiapkan makan
- Sehabis buang air besar (BAB)
- Setelah menceboki
"Kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan dan dibina agar menjadi sebuah budaya yaitu, budaya bersih," tutup Prof Tjandra. detik.com
Makanan Berlemak di Denmark Dipajaki Lebih Mahal
By: Zans on 02.49 / comment : 0 Health
Copenhagen, Denmark, Untuk membuat masyarakatnya lebih sehat, pemerintah Denmark menetapkan 'fat tax' atau pajak lemak yang membuat harga makanan berlemak lebih mahal. Dengan demikian, diharapkan orang akan memilih makanan sehat ketimbang makanan berlemak.
Mulai 1 Oktober 2011, pemerintah Denmark menetapkan kebijakan pajak lemak untuk makanan-makanan berlemak sehingga membuat harganya lebih mahal. Besarnya pajak adalah 16 kroner Denmark per kilogram lemak jenuh atau sekitar US$ 6,27 (Rp 56 ribu) per pon lemak jenuh. Pajak ini akan terasa mahal ketika kandungan lemak jenuh dalam makanan melebihi 2,3 persen.
"Hal tersebut merupakan langkah radikal dari Denmark untuk melarang mengonsumsi lemak jenuh pada masyarakatnya. Banyak dokter yang mengatakan bahwa lemak jenuh sangat buruk karena dapat menimbulkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik pada waktu yang sama. Masyarakat Denmark juga membayar pajak untuk gula seperti soda dan permen. Tetapi pajak lemak pertama kali berlaku di Denmark," Linnet Juul, direktur makanan di Denmark’s Confederation of Industries, seperti dilansir dari Lost Angeles Times, Selasa (4/10/2011).
Pajak lemak tidak bertujuan untuk membatasi obesitas. Menurut Organization for Economic Cooperation and Development, tingkat obesitas di Denmark adalah 13,4 persen untuk tahun lalu, yaitu berada pada tingkat lebih rendah dari 15,5 persen, yang merupakan tingkat rata-rata pada negara-negara di Eropa.
Tetapi Denmark tertinggal dalam angka harapan hidup dan Denmark berharap pemberlakuan 'fat tax' akan dapat meningkatkan umur rata-rata 3 tahun pada dekade berikutnya.
"Harga yang lebih tinggi pada gula, lemak dan tembakau merupakan langkah penting untuk menuju meningkatknya harapan hidup rata-rata di Denmark. Pajak yang dibebankan pada makanan yang mengandung lemak sangat penting karena lemak jenuh dapat menyebabkan penyakit jantung dan kanker," ujar Menteri Kesehatan Denmark, Jakob Nielsen Axel.
Pajak lemak pertama kali berlaku di Denmark. Kebijakan ini akan segera diikuti oleh Finlandia dan Rumania. Di Amerika Serikat telah terdapat pajak untuk makanan yang tidak sehat, namun tampaknya 'soda tax' untuk gula dan minuman bersoda belum akan berlaku dalam waktu dekat. detik.com
Mulai 1 Oktober 2011, pemerintah Denmark menetapkan kebijakan pajak lemak untuk makanan-makanan berlemak sehingga membuat harganya lebih mahal. Besarnya pajak adalah 16 kroner Denmark per kilogram lemak jenuh atau sekitar US$ 6,27 (Rp 56 ribu) per pon lemak jenuh. Pajak ini akan terasa mahal ketika kandungan lemak jenuh dalam makanan melebihi 2,3 persen.
"Hal tersebut merupakan langkah radikal dari Denmark untuk melarang mengonsumsi lemak jenuh pada masyarakatnya. Banyak dokter yang mengatakan bahwa lemak jenuh sangat buruk karena dapat menimbulkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik pada waktu yang sama. Masyarakat Denmark juga membayar pajak untuk gula seperti soda dan permen. Tetapi pajak lemak pertama kali berlaku di Denmark," Linnet Juul, direktur makanan di Denmark’s Confederation of Industries, seperti dilansir dari Lost Angeles Times, Selasa (4/10/2011).
Pajak lemak tidak bertujuan untuk membatasi obesitas. Menurut Organization for Economic Cooperation and Development, tingkat obesitas di Denmark adalah 13,4 persen untuk tahun lalu, yaitu berada pada tingkat lebih rendah dari 15,5 persen, yang merupakan tingkat rata-rata pada negara-negara di Eropa.
Tetapi Denmark tertinggal dalam angka harapan hidup dan Denmark berharap pemberlakuan 'fat tax' akan dapat meningkatkan umur rata-rata 3 tahun pada dekade berikutnya.
"Harga yang lebih tinggi pada gula, lemak dan tembakau merupakan langkah penting untuk menuju meningkatknya harapan hidup rata-rata di Denmark. Pajak yang dibebankan pada makanan yang mengandung lemak sangat penting karena lemak jenuh dapat menyebabkan penyakit jantung dan kanker," ujar Menteri Kesehatan Denmark, Jakob Nielsen Axel.
Pajak lemak pertama kali berlaku di Denmark. Kebijakan ini akan segera diikuti oleh Finlandia dan Rumania. Di Amerika Serikat telah terdapat pajak untuk makanan yang tidak sehat, namun tampaknya 'soda tax' untuk gula dan minuman bersoda belum akan berlaku dalam waktu dekat. detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
Popular Posts
-
Opening title siaran usai……. “Selamat malam Sobat Jivi FM. Jumpa lagi bersama saya, Refangga Katresna, selama satu jam ke depan dalam Hal...
-
Cinta, cinta dan cinta. Kebanyakan orang percaya bahwa sebuah cinta dapat membawa pesan kedamaian, keindahan dan kebahagiaan. Cinta sering ...
-
Setiap hari Anda berkedip sebanyak kira-kira 15.000 kali. Tanpa Anda sadari, setelah membaca tulisan ini, Anda telah berkedip beberapa kal...





